Mahasiswa Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean Ukir Prestasi Global, Syahrul Gunawan Sukses Jalani KKN Internasional di Malaysia

FAKTAINHAFI – Semangat internasionalisasi pendidikan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean. Salah satu mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Syahrul Gunawan, berhasil mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang berlangsung selama satu bulan, mulai 11 April hingga 9 Mei 2026, di Pondok An-Nahdloh, Selangor, Malaysia.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Syahrul Gunawan didampingi oleh H. Abdul Halim, Lc., M.HI, selaku dosen pendamping yang juga menjabat sebagai Rektor INHAFI Bawean. Kehadiran mahasiswa INHAFI dalam program internasional ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam memperluas jejaring pendidikan global sekaligus membentuk lulusan yang memiliki wawasan internasional, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta jiwa pengabdian yang kuat.

Program KKN Internasional yang dijalani Gunawan beserta rekannya Afandi tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat semata, tetapi juga menjadi pengalaman akademik dan spiritual yang sangat berharga. Berinteraksi secara langsung dengan masyarakat Malaysia, khususnya dalam lingkungan pendidikan Islam, memberikan ruang pembelajaran yang luas mengenai praktik pendidikan, budaya, manajemen kelembagaan, hingga penguatan nilai-nilai keislaman dalam konteks internasional.

Lokasi pengabdian berada di Pondok An-Nahdloh, yang beralamat di Jalan Masjid, Kampung Tanjung Sepat Darat, Selangor, Malaysia, sebuah lembaga pendidikan Islam yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Nahdliyin di Malaysia. Pondok pesantren tersebut didirikan pada tahun 2019 atas dukungan besar warga Nahdlatul Ulama Malaysia serta kontribusi para pengusaha setempat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan pendidikan Islam.

Berkat semangat gotong royong dan dedikasi berbagai pihak, Pondok An-Nahdloh berkembang dengan sangat pesat. Berdiri di atas lahan seluas dua hektar yang dikelilingi hamparan perkebunan kelapa sawit, pesantren ini menghadirkan suasana pendidikan yang asri, tenang, dan kondusif. Bangunan permanen yang megah dengan dominasi warna hijau sebagai identitas khas Nahdlatul Ulama menambah daya tarik sekaligus menjadi simbol semangat perjuangan pendidikan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Sementara itu, Syahrul Gunawan sebagai peserta KKN Internasional mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat menjadi bagian dari pengalaman berharga tersebut.

“Saya merasa sangat bersyukur mendapatkan kesempatan luar biasa ini. Banyak pelajaran yang saya peroleh selama berada di Malaysia, bukan hanya tentang sistem pendidikan Islam, tetapi juga tentang bagaimana membangun hubungan sosial, belajar budaya baru, serta memahami arti pengabdian yang sesungguhnya.”

Ia juga menambahkan bahwa suasana Pondok An-Nahdloh memberikan kesan mendalam selama pelaksanaan kegiatan.

“Lingkungan pesantrennya sangat nyaman dan kondusif. Saya melihat semangat masyarakat dalam membangun pendidikan Islam sangat luar biasa. Saya merasa seperti berada di rumah sendiri karena nilai-nilai Nahdlatul Ulama yang ada di sana sangat dekat dengan tradisi yang selama ini kami pelajari.”

Menurutnya, pengalaman tersebut telah membuka cara pandangnya tentang luasnya ruang kontribusi generasi muda dalam dunia pendidikan Islam.

“KKN Internasional ini mengajarkan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya berpikir lokal. Kita harus memiliki wawasan global, tetapi tetap membawa identitas, nilai, dan budaya yang kita miliki. Semoga pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berani belajar, mengabdi, dan berkarya.”

Berbagai fasilitas yang tersedia juga menunjukkan perkembangan signifikan lembaga tersebut, mulai dari masjid dengan kapasitas sekitar 300 santri, asrama putra dan putri, hingga gedung sekolah atau madrasah bertingkat dua yang menunjang aktivitas pendidikan dan pembinaan santri secara optimal.

Keikutsertaan Syahrul Gunawan dalam program ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Fakultas Tarbiyah dan keluarga besar INHAFI Bawean. Momentum ini sekaligus mempertegas bahwa mahasiswa daerah mampu tampil di panggung internasional, membawa identitas akademik, budaya, dan nilai-nilai keislaman Indonesia ke dunia yang lebih luas.

Ke depan, program-program internasional semacam ini diharapkan semakin membuka jalan lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif global, semangat pengabdian, dan kemampuan menjadi duta peradaban Islam yang membawa manfaat bagi masyarakat dunia.

“Dari Bawean menuju dunia, dari ruang kelas menuju pengabdian global.”

Dalam sambutannya, Aisyah Dana Luwihta, M.Pd.I selaku Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut.

“Program KKN Internasional ini bukan hanya sekadar perjalanan akademik ke luar negeri, melainkan sebuah proses pembentukan karakter, kepemimpinan, dan penguatan kompetensi mahasiswa. Kami berharap pengalaman yang diperoleh menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami praktik manajemen pendidikan Islam dalam skala yang lebih luas. Ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Tarbiyah INHAFI mampu bersaing, beradaptasi, dan berkontribusi di level internasional,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa program semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama internasional serta membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa lainnya di masa mendatang.

Dari Pihak Pondok An-Nahdloh Malaysia Ust. Ja’far menyampaikan apresiasi dan kesan yang sangat positif terhadap pelaksanaan KKN Internasional mahasiswa INHAFI Bawean. Dalam testimoninya, pengelola Pondok An-Nahdloh mengungkapkan rasa terima kasih kepada Rektor dan keluarga besar INHAFI atas kontribusi mahasiswa yang telah dikirimkan.

“Alhamdulillah, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Bapak Rektor, H. Abdul Halim, Lc., M.HI. Mahasiswa yang dikirimkan benar-benar luar biasa, memiliki kualitas yang baik, disiplin, serta sangat membantu berbagai kegiatan di Pondok An-Nahdloh.”

Pihak pondok juga menilai bahwa Syahrul Gunawan menunjukkan kemampuan dan tanggung jawab yang sangat baik selama mengikuti program pengabdian, terutama dalam membantu berbagai kegiatan pesantren.

“Kehadiran mahasiswa INHAFI sangat memberikan manfaat bagi kami, terutama ketika terlibat dalam penanganan dan pelaksanaan kegiatan Wisuda Angkatan II di Pondok An-Nahdloh. Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan dengan baik, sukses, dan mahasiswa menunjukkan tanggung jawab yang tinggi.”

Tidak hanya menyampaikan apresiasi, Pondok An-Nahdloh juga berharap hubungan baik dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Harapan kami, semoga Institut Agama Islam Hasan Jufri Bawean dapat kembali mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terbaiknya untuk melanjutkan program serupa, sehingga tali silaturahmi dan ukhuwah ini terus terjaga dan semakin kuat.”

Bagikan Informasi Ini: