Fakultas Tarbiyah Gelar Monev IKU dan IKT sebagai Penguatan Budaya Mutu dan Persiapan AMI

FAKTAINHAFI – Fakultas Tarbiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu akademik melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) Fakultas serta program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Kegiatan yang berlangsung secara terbatas namun penuh substansi tersebut diikuti langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah bersama para ketua program studi, yakni Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Muwafiqus Shobri, M.Pd.I, Kaprodi MPI Aisyah Dana Luwihta, M.Pd.I, Kaprodi PAI Izul Herman, M.Pd.I, serta Kaprodi PGMI Sholehan, M.Pd. Pertemuan tersebut menjadi forum penting dalam mengevaluasi capaian kinerja fakultas dan program studi sekaligus mematangkan kesiapan dokumen Audit Mutu Internal (AMI).

Dalam suasana diskusi yang hangat dan konstruktif, masing-masing program studi memaparkan perkembangan capaian IKU dan IKT yang telah dilaksanakan selama periode berjalan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari tata kelola program studi, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, penguatan publikasi ilmiah, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga kesiapan dokumen pendukung mutu akademik yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan AMI.

Kegiatan Monev ini tidak hanya difokuskan pada pencapaian target administratif, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan. Setiap capaian, tantangan, dan kebutuhan pengembangan dibahas secara terbuka sebagai langkah reflektif dalam membangun kualitas kelembagaan yang lebih unggul, adaptif, dan profesional.

Program Studi MPI menyoroti penguatan tata kelola akademik dan pengembangan inovasi manajemen pendidikan berbasis digital. Program Studi PAI menekankan peningkatan kualitas pembelajaran integratif yang menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan pendidikan modern. Sementara itu, Program Studi PGMI memfokuskan penguatan kompetensi calon guru madrasah ibtidaiyah melalui inovasi pembelajaran kreatif dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Muwafiqus Shobri, M.Pd.I, menyampaikan bahwa Monitoring dan Evaluasi IKU dan IKT merupakan bagian penting dalam membangun budaya mutu yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dan berkelanjutan.

Beliau menegaskan:

“Kegiatan Monev ini menjadi ruang evaluasi bersama untuk memastikan bahwa seluruh program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. IKU dan IKT bukan sekadar indikator capaian, tetapi menjadi alat ukur untuk melihat sejauh mana kualitas tata kelola, layanan akademik, dan pelaksanaan tridharma benar-benar memberikan dampak positif bagi institusi dan masyarakat.”

Beliau juga menambahkan bahwa persiapan dokumen Audit Mutu Internal harus dilakukan secara serius dan kolaboratif agar seluruh eviden akademik dapat tersusun dengan baik, valid, dan sistematis.

“AMI harus menjadi momentum perbaikan dan penguatan kualitas kelembagaan. Karena itu, sinergi antara fakultas dan program studi sangat penting agar setiap data, dokumen, dan capaian kinerja dapat terpetakan secara akurat. Saya mengapresiasi komitmen seluruh kaprodi yang terus berupaya menjaga dan meningkatkan budaya mutu di lingkungan Fakultas Tarbiyah.” Ujarnya.

Melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi ini, Fakultas Tarbiyah berharap mampu memperkuat sistem penjaminan mutu internal sekaligus meningkatkan kesiapan institusi dalam menghadapi Audit Mutu Internal dan berbagai agenda pengembangan mutu pendidikan tinggi ke depan. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Fakultas Tarbiyah optimis dapat terus menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Bagikan Informasi Ini: