Beranda » Kegiatan Dekan » Pidato Dekan Fakultas Tarbiyah dalam Kegiatan Silaturahmi Akademik Program Studi PGMI

Pidato Dekan Fakultas Tarbiyah dalam Kegiatan Silaturahmi Akademik Program Studi PGMI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillāhi Rabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman, nikmat kesehatan, dan kesempatan kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dalam suasana penuh kehangatan pada kegiatan Silaturahmi Akademik Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Yang saya hormati Bapak dan Ibu Dosen, pengurus Himpunan Mahasiswa PGMI, serta seluruh mahasiswa yang saya banggakan.

 

Izinkan saya mengawali sambutan ini dengan sebuah cerita sederhana.

Suatu ketika ada seseorang yang bertanya kepada seorang tukang batu.

“Tuan sedang apa?”

Tukang batu pertama menjawab,

“Saya sedang menyusun batu.”

Tukang batu kedua menjawab,

“Saya sedang membangun tembok.”

Namun tukang batu ketiga menjawab dengan penuh semangat,

“Saya sedang membangun sebuah masjid yang kelak akan menjadi tempat orang-orang beribadah.”

Padahal pekerjaan mereka sama.

Batu yang mereka angkat sama.

Panas matahari yang mereka rasakan juga sama.

Yang membedakan hanyalah cara pandang dan tujuan hidup mereka.

Hadirin yang saya hormati,

Begitu pula kita di Fakultas Tarbiyah.

Ada yang merasa hanya datang kuliah.

Ada yang merasa hanya mengajar.

Tetapi saya berharap kita semua memiliki cara pandang yang lebih besar.

Kita bukan sekadar mengajar dan belajar. Kita sedang membangun masa depan pendidikan Islam dan mencetak generasi yang akan menerangi masyarakat.

 

Bapak, Ibu, dan mahasiswa sekalian,

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan mengalami perubahan yang luar biasa cepat.

Perkembangan Artificial Intelligence (AI), digitalisasi pembelajaran, persaingan dunia kerja, serta tuntutan akreditasi menjadikan perguruan tinggi harus terus berbenah.

Hari ini, kualitas sebuah program studi tidak lagi hanya diukur dari banyaknya mahasiswa atau megahnya gedung.

Tetapi juga dari:

  • kualitas dosennya,
  • prestasi mahasiswanya,
  • budaya akademiknya,
  • publikasi ilmiahnya,
  • pengabdian kepada masyarakat,
  • jejaring kerja samanya,
  • serta kekompakan seluruh civitas akademika.

Pengamatan kita menunjukkan bahwa program studi yang berkembang pesat adalah program studi yang memiliki budaya kolaborasi yang kuat.

Di sana dosen tidak berjalan sendiri.

Mahasiswa juga tidak bergerak sendiri.

Mereka tumbuh bersama.

Saudara-saudaraku,

Saya yakin setiap mahasiswa yang hadir di tempat ini memiliki mimpi.

Ada yang ingin menjadi guru.

Ada yang ingin menjadi kepala madrasah.

Ada yang ingin menjadi dosen.

Ada pula yang bercita-cita menjadi pemimpin masyarakat.

Namun izinkan saya bertanya.

Apakah mimpi itu akan tercapai jika kita hanya hadir saat kuliah lalu pulang?

Apakah cukup hanya mengejar nilai?

Tentu tidak.

Kesuksesan lahir dari kebiasaan.

Kebiasaan membaca.

Kebiasaan berdiskusi.

Kebiasaan menghargai dosen.

Kebiasaan aktif berorganisasi.

Kebiasaan menulis.

Kebiasaan bekerja sama.

Itulah sebabnya kegiatan Silaturahmi Akademik ini menjadi sangat penting.

Karena melalui kegiatan seperti inilah hubungan antara dosen dan mahasiswa tidak hanya dibangun secara formal di ruang kelas, tetapi juga diperkuat melalui komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan.

 

Hadirin yang saya banggakan,

Ada satu pesan yang ingin saya titipkan.

Program studi yang hebat tidak dibangun oleh orang-orang yang paling pintar.

Tetapi dibangun oleh orang-orang yang mau bekerja sama.

Sebatang lidi sangat mudah dipatahkan.

Namun ketika ratusan lidi disatukan, ia menjadi sapu yang mampu membersihkan halaman.

Begitu pula kita.

Jika dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, dan organisasi mahasiswa saling mendukung, maka tidak ada alasan bagi Fakultas Tarbiyah untuk tidak menjadi fakultas yang unggul.

Karena sesungguhnya kekuatan terbesar bukanlah kecerdasan individu.

Melainkan kolaborasi yang dilandasi keikhlasan dan tujuan yang sama.

 

Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk melakukan lima langkah nyata.

Pertama, bangun budaya akademik.

Rajin membaca.

Rajin berdiskusi.

Rajin menulis.

Rajin bertanya.

Karena kampus bukan hanya tempat mendapatkan nilai, tetapi tempat membangun peradaban.

Kedua, perkuat kolaborasi.

Dosen membuka ruang dialog.

Mahasiswa aktif menyampaikan gagasan.

HIMA menjadi jembatan komunikasi yang positif.

Ketiga, tingkatkan prestasi.

Saya berharap setiap mahasiswa PGMI memiliki target mengikuti lomba, seminar, penelitian, pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah.

Keempat, jaga etika dan karakter.

Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah.

Sebaliknya, akhlak yang baik akan mengangkat derajat seseorang bahkan sebelum prestasinya dikenal.

Kelima, jadilah duta Fakultas Tarbiyah.

Tunjukkan bahwa mahasiswa PGMI adalah mahasiswa yang santun, disiplin, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

 

Saudara-saudaraku, Bapak/Ibu Dosen dan Semua Mahasiswa yang saya banggakan,

Bayangkan jika seluruh mahasiswa PGMI memiliki semangat belajar yang tinggi.

Bayangkan jika seluruh dosen terus membimbing dengan penuh keikhlasan.

Bayangkan jika organisasi mahasiswa menjadi pusat lahirnya inovasi.

Maka beberapa tahun ke depan, kita tidak hanya akan menyaksikan meningkatnya akreditasi program studi.

Kita juga akan melihat lahirnya guru-guru hebat, pemimpin pendidikan yang visioner, peneliti yang produktif, dan alumni yang membanggakan almamater.

Itulah warisan terbaik yang dapat kita tinggalkan.

Bukan sekadar bangunan.

Bukan sekadar dokumen.

Tetapi manusia-manusia yang berilmu, berakhlak, dan memberi manfaat bagi umat.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Mari kita jadikan Silaturahmi Akademik ini bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai awal dari budaya saling mendukung, saling menguatkan, dan saling menginspirasi.

Karena saya meyakini bahwa kolaborasi melahirkan inovasi, inovasi menghasilkan prestasi, dan prestasi akan mengangkat martabat Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Wallahul Muwafīq ila Aqwamit Thoriq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagikan Informasi Ini:

Berita Lainnya