Sidoarjo – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada Selasa, 9 September 2025.
Kunjungan akademik ini menjadi ajang strategis dalam memperkuat tata kelola akademik, khususnya dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) serta strategi peningkatan mutu akreditasi program studi.
Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean dipimpin oleh Muwafiqus Shobri, M.Pd.I (Dekan Fakultas Tarbiyah) bersama Sholihan, M.Pd (Kaprodi PGMI). Rombongan disambut dengan sangat baik oleh Dr. Anita Puji Astutik, S.Ag., M.Pd.I (Wakil Dekan FAI UMSIDA) dan Dzulfikar Akbar Romadlon, M.Ud (Kaprodi PGMI UMSIDA).Beberapa poin penting yang dibahas dalam forum sharing session ini antara lain:
1. Penyusunan Kurikulum OBE – mulai dari tahapan perencanaan, perumusan capaian pembelajaran, hingga implementasinya dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE.
2. Strategi Penyusunan Borang Akreditasi – meliputi penyusunan dokumen secara efektif, pemetaan keunggulan program studi, hingga penguatan bukti lapangan.
3. Integrasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) – dengan mendorong kolaborasi dosen dan mahasiswa serta mengaitkan hasil riset dengan proses pembelajaran di kelas.

Dekan Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean, Muwafiqus Shobri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar peningkatan mutu akademik di INHAFI. “Kami berharap melalui benchmarking ini, Fakultas Tarbiyah INHAFI semakin siap mengimplementasikan kurikulum OBE secara utuh, sekaligus memperkuat persiapan akreditasi prodi PGMI” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Anita Puji Astutik dalam sambutannya mengapresiasi langkah INHAFI Bawean. “Kerja sama dan kolaborasi antar kampus menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam. Kami terbuka untuk sinergi berkelanjutan dalam bidang kurikulum, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi intensif antara kedua belah pihak yang menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, termasuk peluang kolaborasi riset, pertukaran pengalaman akademik, serta penguatan jaringan kelembagaan.








