Beranda » Kegiatan Dekan » Yudisium ke-13, Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean Luluskan 97 Mahasiswa, 35 Raih Cumlaude

Yudisium ke-13, Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean Luluskan 97 Mahasiswa, 35 Raih Cumlaude

FAKTAINHAFI – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean kembali mencatat capaian akademik penting. Pada Yudisium ke-13 Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 97 mahasiswa Program Sarjana (S1) resmi dinyatakan lulus, terdiri atas 20 lulusan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan 77 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Yudisium yang digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, tersebut menjadi momentum penting bagi Fakultas Tarbiyah untuk menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berintegritas, berakhlak, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Dekan Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean, Muwafiqus Shobri, M.Pd.I, dalam laporan capaian akademiknya menyampaikan bahwa 97 lulusan tahun akademik 2025/2026 mencatatkan rata-rata IPK 3,60, dengan IPK tertinggi mencapai 3,92 dan terendah 3,28.

Yang menarik, sebanyak 35 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude, sementara 62 lainnya memperoleh predikat Sangat Memuaskan. Rata-rata masa studi lulusan juga berada pada angka empat tahun, menunjukkan capaian akademik yang relatif baik dan tepat waktu.

Capaian Yudisium ke-13 sekaligus menambah panjang kontribusi Fakultas Tarbiyah dalam mencetak sumber daya manusia bidang pendidikan di Bawean.

Sejak berdirinya STAI Hasan Jufri Bawean hingga bertransformasi menjadi INHAFI Bawean, Program Studi MPI telah menghasilkan 328 lulusan, sedangkan Program Studi PAI sebanyak 290 lulusan. Dengan demikian, total lulusan kedua program studi tersebut telah mencapai 618 orang.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator perjalanan panjang institusi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam di wilayah kepulauan.

Produktivitas Akademik Terus Menguat

Tidak hanya dari sisi jumlah lulusan, Fakultas Tarbiyah juga mencatat sejumlah capaian dalam bidang prestasi dan produktivitas akademik.

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah berhasil meraih Juara 3 Lomba Esai Tingkat Nasional FPMPI Kopertais 4 Jawa Timur di UNSUDA Lamongan serta Juara Harapan 2 Lomba Poster Tingkat Nasional PPMPI Indonesia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Di bidang publikasi ilmiah, terdapat dua artikel yang telah terbit pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, sementara 13 artikel lainnya terbit pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 hingga SINTA 4.

Produktivitas akademik juga terlihat dari lahirnya delapan buku ajar baru, terdiri atas empat buku yang telah memiliki ISBN dan empat lainnya masih dalam proses ISBN. Selain itu, dosen dan mahasiswa menghasilkan enam Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dan empat book chapter.

Kiprah akademik Fakultas Tarbiyah juga mulai menembus ruang internasional. Salah seorang mahasiswa tercatat mengikuti KKN Internasional, sementara kolaborasi dosen dan mahasiswa telah menghasilkan 22 kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Perkuat Mutu Kelembagaan

Sejalan dengan peningkatan prestasi akademik, Fakultas Tarbiyah terus memperkuat fondasi kelembagaan.

Saat ini, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) masing-masing berstatus akreditasi Baik Sekali, sedangkan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) berstatus Baik.

Fakultas juga telah mengembangkan dan bersiap menerapkan secara bertahap kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya memperkuat orientasi pembelajaran berbasis capaian lulusan.

Dalam bidang jejaring kelembagaan, Fakultas Tarbiyah telah menjalin sembilan kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, perguruan tinggi, asosiasi profesi, pemerintah, dan sektor swasta.

Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Dari 18 dosen tetap, sebanyak tiga dosen telah bergelar doktor, enam dosen sedang menempuh studi doktoral, 13 dosen telah lulus sertifikasi, dan dua dosen lainnya sedang dalam proses sertifikasi.

Sementara dalam bidang publikasi ilmiah, Fakultas Tarbiyah telah memiliki AKSI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam yang terakreditasi SINTA 4, disertai empat jurnal baru yang sedang dalam proses pengajuan ISSN.

Lulusan Diminta Tidak Berhenti Belajar

Di hadapan para yudisiawan dan yudisiawati, Rektor INHAFI BAwean (KH. Abdul Halim, Lc., M.HI) dalam sambutannya, Ketua Senat sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri (Kyai M. Najahul Umam, M.Pd) dalam tausiahnya, dan juga Dekan Fakultas Tarbiyah dalam laporan akademiknya memberikan ucapan Selamat atas keberhasilan para Yudisiawan/Yudisiawati dalam menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana, dan mendo’akan mereka semua semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, amal jariyah, dan bekal menghadirkan kemaslahatan. Aamiin,

Selain itu Dekan juga menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan akademik. “Hari ini bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar,” demikian pesan yang disampaikan dalam laporan akademik Fakultas Tarbiyah.

Para lulusan didorong untuk menggunakan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi untuk berkhidmat kepada agama, masyarakat, bangsa, dan negara. Integritas, akhlak, tanggung jawab, serta nama baik almamater juga ditekankan sebagai nilai yang harus terus dijaga setelah menyelesaikan pendidikan.

Fakultas Tarbiyah juga mengajak para alumni untuk terus membangun silaturahmi dengan almamater, berkontribusi bagi kemajuan INHAFI Bawean, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.

Momentum yudisium juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada lulusan dengan IPK tertinggi pada masing-masing program studi. Untuk Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), penghargaan diberikan kepada Safitri Aisyiah dengan IPK 3,68. Sementara dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), penghargaan diraih Ummu Habibah dengan IPK 3,92.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian akademik sekaligus simbol penghormatan terhadap ketekunan, disiplin, dan konsistensi para lulusan selama menjalani proses pendidikan di Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean.

Yudisium ke-13 akhirnya bukan sekadar seremoni pelepasan lulusan. Momentum tersebut menjadi refleksi atas perjalanan akademik sekaligus penegasan arah baru Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean: melahirkan lulusan, memperkuat budaya akademik, meningkatkan mutu kelembagaan, dan memperluas kontribusi pendidikan Islam dari Bawean untuk Indonesia hingga dunia. (adm)

Bagikan Informasi Ini:

Berita Lainnya